Boyolali – Narapidana Rumah Tahanan Negara (Rutan) Boyolali
terus menunjukkan komitmen dalam pembinaan kemandirian melalui kegiatan
pertanian modern. Pada Selasa (23/09), para warga binaan terlihat aktif
mengelola tanaman melon dengan metode hidroponik di greenhouse pertanian modern
Rutan Boyolali.
Kegiatan budidaya melon ini merupakan bagian dari program
pembinaan keterampilan yang rutin dilaksanakan oleh pihak Rutan. Memasuki usia
tanam lima minggu, perawatan intensif dilakukan secara berkala oleh para
narapidana. Perawatan tersebut mencakup pengecekan pH air, penyemprotan vitamin
daun, pengecekan kelancaran aliran air nutrisi, hingga pemangkasan ranting
samping untuk mendukung pertumbuhan optimal tanaman.
Sistem hidroponik dipilih karena dinilai efisien dan ramah
lingkungan. Selain itu, teknologi pertanian ini memberikan peluang pembelajaran
baru bagi para warga binaan, yang ke depan diharapkan dapat menjadi bekal
keterampilan setelah masa pidana selesai dijalani.
Kepala Rutan Boyolali , Ervans Bahrudhin, menyampaikan bahwa
kegiatan ini merupakan bagian dari upaya transformasi layanan pemasyarakatan
yang menekankan pada aspek pembinaan produktif dan pemberdayaan narapidana.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk
belajar dan berkembang. Budidaya melon ini adalah salah satu bentuk konkret
dari pembinaan berbasis keterampilan," ujarnya.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kegiatan ini
diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi para narapidana, tetapi
juga membuka peluang usaha pertanian mandiri di masa depan. (ml)


Posting Komentar