Penulis: Malika Indah
Boyolali – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba. Sebagai bagian dari langkah preventif, Rutan Boyolali bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) menggelar tes urine bagi petugas dan warga binaan, serta melaksanakan razia insidentil di kamar hunian. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak pada Senin (07/07) sore.
Pelaksanaan tes urine merupakan tindak lanjut dari surat
edaran Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah
yang menginstruksikan pelaksanaan pemeriksaan narkoba bagi seluruh jajaran
petugas dan warga binaan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan dimulai pada pukul 16.00 WIB dengan pelaksanaan
apel gabungan yang dipimpin oleh Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin. Apel
diikuti oleh 30 petugas Rutan Boyolali, 4 personel dari Badan Narkotika
Nasional Kota (BNNK) Surakarta, 2 anggota dari Polres Boyolali, serta 2 tenaga
kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali.
Usai apel, dilakukan pengambilan sampel urine secara acak
terhadap 5 orang petugas dan 12 warga binaan. Seluruh proses pemeriksaan
dilaksanakan secara transparan dan disaksikan langsung oleh petugas BNNK
Surakarta, Polres Boyolali, serta tenaga medis dari Dinas Kesehatan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan
narkoba.
Kepala Rutan Boyolali menegaskan bahwa kegiatan ini
merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan
narkoba, sekaligus wujud nyata komitmen dan integritas seluruh jajaran Rutan
Boyolali dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari
narkoba.
Kegiatan dilanjutkan dengan razia kamar hunian warga binaan
pemasyarakatan. Penggeledahan menyasar pada Blok A (Kamar 12, 13, 14, dan 15)
serta Blok B (Kamar 1 dan 2), yang diawali dengan pemeriksaan badan terhadap
warga binaan satu per satu, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan
barang-barang pribadi dan isi kamar hunian.
Hasil penggeledahan tidak menemukan adanya barang terlarang
seperti telepon genggam, narkoba, maupun senjata tajam. Karutan Ervans
menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat atas kerja sama
dan sinergi yang terjalin.
“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi dini
penyalahgunaan narkoba, tetapi juga sebagai upaya untuk memperkuat pengawasan
terhadap barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam
Rutan,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan
lancar. Rutan Boyolali berkomitmen untuk terus meningkatkan langkah-langkah
preventif guna mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, tertib, dan
berintegritas.


Posting Komentar