Boyolali, Jumat (04/07) – Komitmen Rumah Tahanan Negara
Kelas IIB Boyolali dalam mendukung program ketahanan pangan kembali dibuktikan
dengan pelaksanaan panen hasil budidaya pertanian dan perikanan oleh warga
binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan panen ini berlangsung di lahan pertanian
dan perikanan milik Rutan Boyolali, yang dikelola secara produktif oleh para
WBP di bawah bimbingan petugas.
Kepala Rutan Boyolali, Ervans Bahrudhin, turut hadir secara
langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran, di antaranya Kasubsi
Pelayanan Tahanan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, staf pegawai, serta dua
orang taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) yang tengah melaksanakan
magang di Rutan Boyolali.
Panen kali ini meliputi hasil dari budidaya tanaman sayur
seperti sawi dan kangkung, serta panen ikan lele sebanyak 45 kilogram. Seluruh
hasil panen tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pangan internal
WBP di Rutan Boyolali.
Karutan Boyolali, Ervans Bahrudhin, menyampaikan bahwa
kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari program ketahanan pangan yang
sejalan dengan 12 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.
“Budidaya pertanian dan perikanan ini tidak hanya sebagai
media pembinaan kemandirian bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi
langsung terhadap pemenuhan kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi di
lingkungan Rutan,” ujar Ervans.
Dengan memanfaatkan lahan yang ada secara optimal, Rutan
Boyolali berupaya terus menghadirkan inovasi dalam program pembinaan
kemandirian, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional dari balik tembok
pemasyarakatan.


Posting Komentar