Mengawali rangkaian kegiatan, Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, memberikan pengarahan di halaman Rutan. Dalam sambutannya, Karutan menekankan pentingnya solidaritas antarpegawai, semangat kerja yang tulus, serta komitmen menjaga nama baik institusi dalam setiap tindakan. “Solidaritas yang kuat adalah fondasi keberhasilan, dan bekerja dengan hati yang gembira akan menghasilkan kinerja yang maksimal,” tegasnya.
Rombongan kemudian bertolak ke Kaliurang menggunakan dua bus medium dan satu mobil dinas. Setibanya di lokasi, peserta FMD diajak menyusuri lereng Gunung Merapi menggunakan jeep wisata, mengunjungi beberapa titik edukatif dan bersejarah seperti Bunker Kaliadem, Petilasan dan Museum Sisa Hartaku, The Lost World Park, hingga Batu Alien dan Kalikuning.
Tak hanya bertujuan rekreatif, kegiatan ini dikemas dengan nilai-nilai pembinaan mental dan spiritual. Para peserta mendapatkan penjelasan dari pemandu mengenai filosofi dan nilai historis lokasi-lokasi tersebut. Refleksi dan perenungan dilakukan sebagai upaya membentuk mental yang tangguh, bersyukur, dan berintegritas dalam menjalankan tugas negara.
Puncak kegiatan ditandai dengan manuver jeep di jalur ekstrem Kalikuning. Tantangan medan berat tersebut dimaksudkan sebagai latihan ketahanan fisik sekaligus mempererat solidaritas antarpeserta.
Guna memastikan keamanan dan kelancaran kegiatan, Rutan Kelas IIB Boyolali telah melakukan cipta kondisi pada Jumat malam (18/7) melalui pemberian nasi goreng dan rokok kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Selain itu, koordinasi strategis dengan jajaran TNI dan Polri juga telah dilakukan, termasuk dalam aspek pengamanan selama pelaksanaan kegiatan FMD.
Rutan Boyolali berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pembinaan dengan pendekatan variatif, yang tetap memperhatikan keseimbangan antara aspek fisik, mental, dan kedisiplinan pegawai, guna menciptakan aparatur yang profesional dan berintegritas tinggi. (Mn)


Posting Komentar