Boyolali — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali menerima
kunjungan silaturahmi dari Komandan Kompi (Danki) Batalyon 408 Boyolali beserta
jajaran, pada Selasa (29/7). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya
memperkuat sinergi dan koordinasi antara TNI dan jajaran pemasyarakatan dalam
menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.
Kegiatan yang berlangsung hari ini disambut langsung oleh
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Mirza Hendrawan, Kepala Sub Seksi
Pelayanan Tahanan, Taufiq Rahmadi, serta satu orang staf KPR, atas arahan
Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali.
Dalam pertemuan tersebut, Danki Batalyon 408, Joko Ismoyo,
menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya adalah untuk menjalin silaturahmi
serta mempererat kerja sama antara institusi TNI dan Rutan Boyolali, khususnya
dalam rangka mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban.
“Kami sangat mengapresiasi kunjungan dan atensi dari jajaran
Batalyon 408. Ini menjadi bentuk nyata sinergi antar aparat penegak hukum demi
menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di Rutan Boyolali,” ujar
Ka. KPR dalam sambutannya.
Setelah sesi koordinasi, Ka. KPR mengajak Danki dan
rombongan berkeliling melihat langsung program ketahanan pangan yang tengah
dijalankan oleh Rutan Boyolali. Rombongan diajak meninjau berbagai fasilitas
pembinaan kemandirian, di antaranya lahan pertanian, kolam perikanan,
greenhouse untuk tanaman hidroponik, serta kebun anggrek yang menjadi unggulan
rutan.
“Melalui program ketahanan pangan ini, kami tidak hanya
berfokus pada pembinaan mental, tetapi juga membekali warga binaan dengan
keterampilan produktif yang bermanfaat pasca-pemasyarakatan,” jelas Ka. KPR
saat mendampingi kunjungan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat
kebersamaan. Pertemuan ini juga menghasilkan sejumlah langkah strategis dalam
penguatan sistem pengamanan, serta mempererat koordinasi dalam upaya deteksi
dini gangguan keamanan.
Silaturahmi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus
membangun sinergi lintas lembaga, demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan
yang aman, tertib, dan lebih humanis. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung
aman dan tertib. (hj)


Posting Komentar