Boyolali – Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali,
Ervans Bahrudhin, memberikan pengarahan dan penguatan kepada seluruh jajaran
pegawai dalam sebuah kegiatan internal yang berlangsung di Aula Rutan, Selasa
(08/07). Didampingi oleh para pejabat struktural, kegiatan ini diikuti oleh seluruh
staf, regu pengamanan, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), serta Taruna
Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin) Jurusan Ilmu Pemasyarakatan yang
sedang menjalani praktik lapangan.
Dalam arahannya, Karutan menekankan pentingnya pelaksanaan
tugas yang mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Beliau
mengingatkan bahwa setiap petugas harus menjunjung tinggi nilai-nilai
profesionalisme dan etika dalam menjalankan tugas sehari-hari.
"Saya minta seluruh jajaran untuk bekerja sesuai SOP,
bersikap humanis, dan menjauhkan diri dari segala bentuk tindakan kekerasan, baik
di dalam maupun di luar lingkungan kerja," tegas Karutan Ervans.
Lebih lanjut, Karutan menegaskan kembali komitmen bersama
dalam mengimplementasikan 3+1 Kunci Pemasyarakatan Maju, Back to Basics, yakni
deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan narkoba, sinergi
dengan aparat penegak hukum (APH), serta pendekatan back to basic dalam
pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, Karutan juga menyampaikan
apresiasi atas kinerja seluruh jajaran yang telah menjaga integritas serta
menciptakan lingkungan Rutan Boyolali yang bersih dari narkoba dan
barang-barang terlarang lainnya. Apresiasi ini merujuk pada kegiatan
penggeledahan dan tes urine yang dilaksanakan sehari sebelumnya bersama aparat
penegak hukum, BNNK Surakarta, dan Dinas Kesehatan Boyolali.
"Saya mengapresiasi kerja keras seluruh petugas. Ini
bukan kerja individu, tapi kerja tim yang solid. Tetap jaga integritas dan
terus berkomitmen terhadap pemberantasan narkoba," ujar Karutan Ervans.
Pengarahan ini diharapkan mampu semakin memperkuat komitmen
seluruh petugas dalam menjaga profesionalisme, integritas, dan kualitas
pelayanan di lingkungan pemasyarakatan Rutan Boyolali.


Posting Komentar