Kontingen Pramuka WBP Rutan Boyolali Ikuti Upacara Api Unggun dan Pentas Seni di Nusakambangan

api unggun dan pementesan seni perkemahan pramuka wbp

Nusakambangan — Puncak kegiatan Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan Tahun 2025 ditandai dengan pelaksanaan upacara api unggun dan pentas seni yang digelar meriah pada Rabu malam (16/7). Kegiatan yang berlangsung di Pulau Nusakambangan ini diikuti oleh kontingen pramuka Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dari berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Se-Jawa Tengah, termasuk Rutan Kelas IIB Boyolali.

Kontingen Pramuka Rutan Boyolali sendiri mengirimkan sebanyak 7 orang peserta, yang terdiri dari WBP aktif dalam kegiatan kepramukaan dan pendamping. Mereka turut ambil bagian dalam seluruh rangkaian kegiatan, termasuk dalam upacara api unggun dan pementasan seni budaya.

Api unggun yang dinyalakan dalam prosesi tersebut bukan hanya sekadar simbol dalam kegiatan kepramukaan, namun juga menjadi lambang semangat pembinaan, kebersamaan, dan upaya reintegrasi sosial di lingkungan Pemasyarakatan. Suasana hangat dan penuh antusiasme pun menyelimuti area perkemahan saat api unggun mulai menyala, disusul dengan penampilan pentas seni dari para peserta.

Rangkaian pertunjukan seni yang ditampilkan antara lain tarian daerah, musik akustik, pembacaan puisi, hingga drama kolosal bertema nilai-nilai kepramukaan. Penampilan-penampilan tersebut berhasil membangkitkan semangat persaudaraan dan solidaritas antar peserta yang berasal dari berbagai lapas dan rutan di wilayah Jawa Tengah.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan perkemahan ini merupakan bentuk pembinaan integratif yang menyasar pembentukan karakter WBP secara menyeluruh.

“Perkemahan ini bukan hanya ajang simbolik, tetapi sarana konkret untuk membangun kedisiplinan, kebersamaan, serta semangat gotong royong di kalangan Warga Binaan dan petugas. Ini penting dalam proses pembentukan karakter dan pencegahan konflik di dalam Lapas,” ungkap Mardi.

Salah satu WBP peserta dari Rutan Boyolali mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini. “Senang bisa bertemu teman-teman dari Lapas lain. Kegiatan seperti ini sangat berarti untuk menumbuhkan rasa persaudaraan di antara kami,” ujarnya.

Kegiatan api unggun dan pentas seni tersebut menjadi momentum yang sarat makna, menunjukkan bahwa pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan dapat dikemas secara edukatif dan humanis, sekaligus menjadi media untuk mempererat hubungan antar warga binaan dan jajaran pemasyarakatan. (Tr)


 

0/Post a Comment/Comments

Ads1
Ads2