Boyolali — Dalam rangka memperkuat sistem keamanan dan
mencegah potensi gangguan ketertiban, Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali
melaksanakan kegiatan perolingan dan perawatan gembok kamar hunian. Kegiatan
ini dilaksanakan pada Selasa, 8 Juli 2025.
Pelaksanaan dimulai dengan pengambilan seluruh gembok di
kamar hunian Blok A untuk dibersihkan dan diberi minyak pelumas, kemudian
dikembalikan ke kamar secara acak. Langkah ini dilakukan guna memastikan
kondisi gembok tetap optimal dan untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan
atau gangguan keamanan.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Mirza Hendrawan,
yang memimpin langsung kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan merupakan
bagian dari upaya deteksi dini.
“Kegiatan ini kami lakukan secara rutin dan terukur untuk
memastikan seluruh sarana pengamanan berfungsi baik, serta untuk mencegah
potensi gangguan keamanan dari dalam,” ujar Ka. KPR saat ditemui usai
pelaksanaan.
Kegiatan ini melibatkan dua orang staf pengamanan serta
empat Taruna Poltekip yang tengah menjalani masa orientasi lapangan.
Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin, melalui
perintah langsung kepada Ka. KPR, menegaskan pentingnya upaya deteksi dini
dalam sistem pemasyarakatan.
“Kami terus berkomitmen menjaga lingkungan Rutan tetap aman,
tertib, dan kondusif. Deteksi dini seperti ini merupakan salah satu kunci
pencegahan yang efektif,” ujar Karutan dalam pernyataannya.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh proses berjalan dengan
aman dan tertib tanpa kendala berarti. Rutan Boyolali berencana untuk terus
melaksanakan kegiatan serupa secara berkala sebagai bagian dari penguatan
pengawasan internal.


Posting Komentar