Penulis: Rika Sari
Boyolali — Dalam upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan
yang aman dan tertib, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali, Ervans
Bahrudhin, memimpin langsung razia insidentil pada Kamis sore (12/06). Kegiatan
ini dilaksanakan secara menyeluruh di blok hunian pria, dengan fokus
pemeriksaan pada kamar nomor 6 dan 7.
Turut serta dalam giat ini Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan
(Ka. KPR), Kasubsi Pelayanan Tahanan, staf KPR, serta 2 orang Taruna magang
dari Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip). Sebelum penggeledahan dimulai,
Karutan menekankan pentingnya menjalankan kegiatan secara humanis, dengan tetap
menjunjung tinggi prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia para warga
binaan.
Razia dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan
tidak adanya peredaran barang-barang terlarang seperti narkoba, senjata tajam,
maupun alat komunikasi ilegal di dalam lingkungan rutan. “Kami ingin memastikan
bahwa Rutan Boyolali bebas dari barang-barang terlarang dan berbahaya,” tegas
Karutan.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi 13
Program Akselerasi Pemasyarakatan yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan
Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Selain penggeledahan, petugas juga melakukan
tes urine secara acak terhadap sejumlah warga binaan. Hasilnya, seluruh sampel
dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba.
Dari hasil razia, tidak ditemukan handphone maupun benda
mencurigakan lainnya. Situasi tetap berjalan aman dan kondusif. Di akhir
kegiatan, Ervans Bahrudhin kembali mengingatkan seluruh warga binaan untuk
senantiasa menjaga kebersihan kamar hunian serta menaati aturan yang berlaku di
dalam rutan.
“Ketertiban dan kebersihan bukan hanya tanggung jawab
petugas, tapi juga merupakan cerminan dari kesadaran warga binaan dalam
menjalani pembinaan,” pungkasnya.
Dengan kegiatan ini, Rutan Boyolali menunjukkan komitmennya
untuk terus menjaga keamanan dan mendukung program reformasi pemasyarakatan
demi mewujudkan rutan yang bersih, aman, dan bebas dari gangguan keamanan.


Posting Komentar